Puluhan Sekolah di Mataram Banjir, Siswa Beralih Belajar Online
Hujan deras yang mengguyur Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) selama beberapa hari terakhir menyebabkan puluhan sekolah terendam banjir. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah tersebut terpaksa dihentikan sementara. Untuk memastikan siswa tetap mendapatkan pendidikan, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Mataram sepakat untuk menggelar Belajar online.
Dampak Banjir dan Respons Cepat Pihak Sekolah
Banjir yang melanda Kota Mataram pada hari Senin, 5 Februari 2025, menyebabkan puluhan sekolah di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA, terendam air. Ketinggian air di beberapa sekolah bahkan mencapai satu meter, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan KBM secara tatap muka.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Namun, kami tidak ingin siswa kehilangan kesempatan untuk belajar. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menggelar kelas online,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram.
Pelaksanaan Kelas Online dan Dukungan Pihak Terkait
Pelaksanaan kelas online ini melibatkan seluruh siswa dan guru dari sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Pihak sekolah menyediakan materi pembelajaran dan tugas-tugas yang dapat diakses secara online oleh siswa. Guru-guru juga memberikan penjelasan dan bimbingan melalui video conference atau platform pembelajaran online lainnya.
“Kami berterima kasih kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Mataram yang telah menyelenggarakan kelas online. Ini sangat membantu kami agar tetap bisa belajar meskipun sekolah kami terendam banjir,” ujar salah seorang siswa SMP.
Pihak pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kelas online ini. Mereka menyediakan fasilitas internet gratis di beberapa lokasi pengungsian agar siswa yang tidak memiliki akses internet di rumah tetap bisa mengikuti kelas online.
Tantangan dan Harapan
Pelaksanaan kelas online ini tentu tidak lepas dari tantangan. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam mengakses internet atau perangkat elektronik. Namun, pihak sekolah dan pemerintah daerah terus berupaya untuk mengatasi tantangan tersebut agar semua siswa dapat mengikuti kelas online dengan lancar.
“Kami berharap banjir segera surut dan siswa dapat kembali belajar di sekolah. Namun, kami juga akan terus meningkatkan kualitas kelas online agar siswa tetap mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram.
Pentingnya Pendidikan di Tengah Bencana
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan, bahkan di tengah bencana sekalipun. Dengan adanya kelas online, siswa tetap dapat belajar dan mengembangkan potensi mereka. Semoga kejadian ini segera berlalu dan siswa dapat kembali belajar di sekolah dengan aman dan nyaman.
