Pelajar Lenteng Agung Ciptakan Layanan Peringatan Dini Banjir Kota

Admin_sma28dkijkt/ Agustus 26, 2026/ Edukasi

Guna meminimalisir dampak kerugian akibat bencana luapan air sungai, sekelompok pelajar Lenteng Agung berhasil mengembangkan alat pendeteksi dini ketinggian air berbasis sistem transmisi data otomatis. Alat ini dipasang di beberapa titik aliran sungai yang rawan meluap untuk memantau perubahan volume air secara konstan selama dua puluh empat jam. Ketika air mencapai ambang batas bahaya, sistem ini secara otomatis akan mengirimkan sinyal peringatan berupa pesan singkat dan sirine kepada warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai.

Pengembangan perangkat pendeteksi banjir oleh pelajar Lenteng Agung ini menggunakan komponen mikroprosesor yang dihubungkan dengan sensor jarak ultrasonik dan panel surya sebagai sumber energi mandiri. Sistem ini dirancang agar tetap dapat berfungsi dengan baik meskipun dalam kondisi cuaca buruk atau pemadaman listrik dari jaringan utama. Data ketinggian air yang terukur akan langsung terunggah ke dalam server pusat yang dapat diakses oleh warga melalui aplikasi di ponsel pintar secara mudah.

Uji coba alat yang dilakukan oleh pelajar Lenteng Agung bersama petugas penanggulangan bencana daerah menunjukkan tingkat akurasi pengiriman sinyal yang sangat cepat dan tepat sasaran. Warga yang tinggal di pemukiman rawan banjir merasa jauh lebih tenang karena memiliki waktu yang cukup untuk mengamankan barang-barang berharga sebelum air masuk ke dalam rumah. Kehadiran alat peringatan dini ini terbukti sangat membantu sistem mitigasi bencana berbasis masyarakat di lingkungan pemukiman padat penduduk.

Pemerintah kota mengapresiasi tinggi hasil karya inovatif para siswa ini dan berkomitmen untuk memberikan bantuan integrasi dengan sistem pemantauan bencana milik daerah. Keberhasilan pembuatan alat ini membuktikan bahwa penguasaan teknologi internet untuk segala (IoT) di kalangan murid sekolah sudah dapat dimanfaatkan untuk perlindungan keselamatan masyarakat luas. Sekolah terus mendorong para siswa untuk peka terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal mereka melalui pendekatan inovasi teknologi.

Diharapkan alat pendeteksi dini luapan air ini dapat diproduksi secara massal dan dipasang di seluruh titik rawan banjir di wilayah ibu kota. Penggunaan teknologi yang murah, tepat guna, dan ramah lingkungan menjadi kunci utama dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam. Semangat para siswa dalam menciptakan solusi teknologi kemanusiaan ini patut mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

Share this Post