Olimpiade FOMO di 28: Antara Haus Prestasi atau Sekadar Ikut Tren?

Admin_sma28dkijkt/ Februari 23, 2026/ Berita

Di tengah perkembangan media sosial yang sangat masif, perilaku remaja dalam mengejar prestasi kini sering kali dikaitkan dengan fenomena Olimpiade FOMO yang terjadi di lingkungan sekolah menengah atas. Di SMAN 28 Jakarta, sebuah sekolah yang dikenal dengan basis siswa yang sangat kompetitif, dorongan untuk mengikuti berbagai kompetisi sains, olahraga, hingga seni sering kali dipicu oleh rasa takut tertinggal dari teman sebaya. Fenomena ini menciptakan dinamika unik di mana partisipasi dalam ajang bergengsi bukan lagi sekadar hobi, melainkan sudah menjadi bagian dari identitas sosial yang harus dipertahankan di mata publik.

Munculnya perilaku Haus Prestasi ini membawa dampak ganda bagi perkembangan psikologis para siswa. Di satu sisi, semangat kompetisi yang tinggi mendorong mereka untuk terus menggali potensi diri dan belajar lebih keras melampaui batas kemampuan rata-rata. Namun, di sisi lain, jika dorongan tersebut hanya berasal dari keinginan untuk terlihat eksis di media sosial atau sekadar ikut-ikutan tren, maka risiko kelelahan mental menjadi sangat besar. Siswa sering kali terjebak dalam jadwal pelatihan yang padat hanya demi mendapatkan sertifikat yang bisa dipamerkan, tanpa benar-benar menikmati proses pembelajaran yang terjadi di dalam kompetisi tersebut.

Membedakan antara ambisi yang murni dan upaya Sekadar Ikut Tren menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik dan orang tua di sekolah tersebut. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik biasanya akan tetap konsisten meskipun tidak mendapatkan pengakuan luas, sementara mereka yang hanya mengejar validasi sosial cenderung mudah merasa kecewa jika hasil yang didapatkan tidak sesuai ekspektasi lingkungan. Meskipun demikian, lingkungan sekolah yang produktif di SMAN 28 tetap mampu mengarahkan energi kompetitif ini menjadi sesuatu yang positif, dengan cara memberikan ruang bagi setiap siswa untuk mengeksplorasi minat yang benar-benar mereka sukai.

Dinamika dalam Olimpiade FOMO ini sebenarnya adalah cerminan dari tuntutan zaman yang mengharuskan setiap individu memiliki portofolio yang menarik sejak usia dini. Persaingan masuk perguruan tinggi favorit yang semakin ketat memaksa siswa untuk mengumpulkan prestasi sebanyak mungkin sebagai nilai tambah. Namun, penting bagi para pelajar untuk tetap menjaga keseimbangan antara ambisi dan kebahagiaan pribadi. Meraih prestasi adalah hal yang membanggakan, tetapi memiliki kesehatan mental yang stabil dan pemahaman diri yang mendalam jauh lebih penting untuk kesuksesan jangka panjang di masa depan.

Share this Post