Kandungan Nutrisi Durian China Beda, Ini Hasil Temuan Studi

Admin_sma28dkijkt/ Mei 24, 2025/ Belajar, Berita, Edukasi

Durian, sang “Raja Buah” dari Asia Tenggara, dikenal luas akan aroma khas dan cita rasanya yang kaya. Namun, tahukah Anda bahwa kandungan nutrisi durian China bisa berbeda signifikan dibandingkan durian yang tumbuh di negara-negara asalnya? Sebuah studi terbaru telah mengungkapkan temuan menarik ini.

Penelitian ini membandingkan profil nutrisi durian yang dibudidayakan di China dengan varietas yang tumbuh di Asia Tenggara. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan mencolok dalam beberapa senyawa penting. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi lingkungan dan praktik budidaya dapat memengaruhi komposisi buah.

Secara umum, durian memang kaya akan vitamin C, vitamin B kompleks (termasuk tiamin, B6, dan riboflavin), mangan, serta kalium. Buah ini juga unik karena mengandung lemak dan protein, menjadikannya salah satu buah paling padat nutrisi.

Namun, studi yang berfokus pada durian yang ditanam di Hainan, China, menemukan variasi. Terutama pada kadar senyawa antioksidan seperti polifenol. Beberapa jenis antioksidan, seperti quercetin, ditemukan dalam jumlah yang jauh lebih rendah. Bahkan ada yang tidak terdeteksi sama sekali dibandingkan durian yang sama yang ditanam di luar negeri.

Sebagai contoh, varietas Monthong yang ditanam di Thailand memiliki kadar gallic acid 906 kali lebih tinggi. Dibandingkan dengan Monthong yang dibudidayakan di China. Ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam profil fitokimia.

Polifenol adalah senyawa alami pada tumbuhan yang berfungsi sebagai antioksidan. Mereka berperan penting dalam menetralkan radikal bebas. Yang dapat meningkatkan risiko kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Tim peneliti mendeteksi total 26 senyawa polifenol pada varietas Monthong, Kan Yao, dan Musang King. Namun, komposisi dan konsentrasinya bervariasi. Catechin, misalnya, hanya ditemukan secara unik pada Monthong.

Perbedaan nutrisi ini dapat dipicu oleh beberapa faktor. Iklim, jenis tanah, metode pertanian, hingga varietas genetik. Semua berperan dalam menentukan bagaimana tanaman menghasilkan metabolit sekunder.

Temuan ini penting bagi konsumen dan petani. Memberikan pemahaman lebih dalam tentang kualitas durian. Serta bagaimana asal usul geografis dapat memengaruhi nilai nutrisinya.

Bagi konsumen, ini berarti perlu lebih jeli. Tidak semua durian memiliki profil nutrisi yang sama. Terutama jika mencari manfaat spesifik dari senyawa bioaktif tertentu.

Share this Post