Inilah Sejarah Terbentuknya OPM di Papua Sana!
Inilah Sejarah Terbentuknya OPM di Papua Sana!
Jayapura, Papua, Selasa, 8 April 2025, pukul 19.00 WIT – Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah menjadi bagian penting dalam lanskap sejarah dan politik Papua. Terbentuknya organisasi ini merupakan respons terhadap berbagai dinamika politik dan sosial yang terjadi pasca integrasi Papua ke dalam wilayah Indonesia.
Akar Sejarah dan Munculnya Aspirasi Merdeka:
Benih-benih aspirasi kemerdekaan di Papua dapat ditelusuri hingga awal tahun 1960-an, ketika Belanda masih mempersiapkan dekolonisasi wilayah yang dulunya dikenal sebagai Papua Barat. Pada April 1961, dibentuk New Guinea Council sebagai langkah persiapan kemerdekaan Papua. Dewan ini kemudian mengadopsi simbol-simbol nasional Papua, termasuk bendera “Bintang Kejora” pada 1 Desember 1961, yang dianggap sebagai deklarasi kedaulatan oleh sebagian masyarakat Papua.
Integrasi dan Kekecewaan Awal:
Setelah penyerahan administrasi dari UNTEA (Badan PBB untuk Pemerintahan Sementara Irian Jaya) kepada Indonesia pada 1 Mei 1963, pemerintah Indonesia berupaya penuh mengintegrasikan Papua ke dalam NKRI. Namun, kebijakan-kebijakan yang diterapkan menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat Papua yang memiliki harapan berbeda terkait status politik mereka.
Lahirnya OPM sebagai Wadah Perlawanan:
Ketidakpuasan dan aspirasi untuk menentukan nasib sendiri inilah yang menjadi latar belakang terbentuknya Organisasi Papua Merdeka (OPM). Meskipun tanggal pasti pendiriannya diperdebatkan, banyak catatan sejarah mengarah pada tahun 1965 sebagai awal mula kemunculan gerakan ini. Beberapa tokoh awal yang disebut-sebut terlibat dalam pembentukan OPM di antaranya adalah Aser Demotekay di Jayapura dan Terianus Aronggear di Manokwari.
Tujuan dan Bentuk Perjuangan Awal:
Tujuan utama OPM sejak awal adalah untuk mengakhiri pemerintahan Indonesia di Papua dan membentuk negara Papua Barat yang merdeka. Pada masa-masa awal, perjuangan OPM lebih bersifat politis dan berupa pembentukan kelompok-kelompok perlawanan di berbagai wilayah Papua.
Kesimpulan:
Terbentuknya OPM di Papua merupakan respons terhadap dinamika politik pasca integrasi dan adanya aspirasi kemerdekaan yang kuat di sebagian masyarakat Papua. Sejak kemunculannya pada tahun 1960-an, OPM telah melalui berbagai fase perkembangan dan fragmentasi, dan isu kemerdekaan Papua masih menjadi persoalan yang kompleks hingga saat ini.
