Studi Kasus: Pembina Upacara yang Berhasil Mengubah Budaya Bullying di SMA
Studi Kasus ini berfokus pada SMA X, sebuah sekolah yang sempat memiliki catatan buruk terkait kasus bullying yang masif. Perubahan signifikan terjadi setelah penunjukan Bapak A sebagai pembina upacara rutin. Alih-alih hanya berfokus pada kedisiplinan seremonial, Bapak A menggunakan mimbar upacara sebagai platform strategis untuk mengadvokasi empati, respect, dan toleransi. Ini adalah langkah awal yang menentukan dalam mengubah iklim sekolah.
